Tuesday, May 21, 2013

KEKERASAN BUKAN MENYELESAIKAN MASALAH

Ini merupakan hari yang membuat sebuah cerita dan sebuah tanya besar di pikiran saya. Di saat saya ingin melanjutkan perjuangan untuk mecari sebuah pekerjaan, saya menjumpai sebuah insiden di sebuah sekolah di mana saya ingin melamar sebuah pekerjaan. Ada beberapa siswa yang berasal dari sekolah lain datang ke sekolah tersebut. Awalnya hanya berteriak memanggil siswa yang bersasal dari sekolah tersebut. Tetapi tiba-tiba siswa yang berasal dari sekolah lain tersebut melemparkan batu besar ke jendela kaca sekolah tempat saya ingin melamar pekerjaan tersebut. Saya yang melihat aksi siswa tersebut merasa sangat cemas. Dan itu lah yang menjadi tanda tanya yang muncul di otak saya.

Siapakah yang bersalah? apakah siswa itu yang bersalah? guru yang mendidik? sekolah? atau orang tua? semua itu mungkin terjadi. Tetapi itu harus berbalik ke pribadi kita masing-masing. Seharusnya siswa yang melempar tersebut harus bisa berpikir terlebih dahulu? apa pilihan saya untuk menuntaskan masalah saya dengan siswa yang ada di sekolah tersebut? jika saya berbuat ini apakah tidak merugikan orang lain yang terlibat dengan masalah saya? yang paling penting kita pertanyakan kepada diri sendiri yaitu apakah yang akan saya lakukan akan bermanfaat bagi saya dan orang lain?

Masalah pasti ada di diri kita masing-masing. Masalah tidak bisa kita elakkan. Masalah hanya bisa kita jalani dan berpikir bagaimana dapat menyelesaikannya dengan baik. Bukan dengan kekerasan saja solusi untuk menyelesaikan sebuah masalah itu karena masih banyak lagi solusi-solusi yang lain dan lebih baik kita lakukan daripada kekerasan. Misalnya, anda pribadi yang gemar olahraga. Jika anda mempunyai dendam pribadi dengan seseorang, alangkah baiknya anda curahkan dengan kegemaran anda tersebut. Bisa dengan membuat sebuah pertandingan khusus dengan menerapkan sikap profesionalisme yang tinggi. Atau jika anda seorang yang mempunyai keahlian khusus mencoba untuk menantang orang tersebut dengan menciptakan sebuah karya dengan skill masing-masing. Cara yang saya sebutkan tersebut dirasa sangat gentlement dari pada anda membuat onar dan dapat meningkatkan kreatifitas kita yang bisa membuat masa depan kita lebih baik yang bisa dihandalkan bagi nusa dan bangsa.

Kesimpulannya, kita sebagai bangsa yang berpengaruh tinggi untuk kemajuan bangsa dan negara harus bisa berpikir bagaimana saya dapat menjadikan diri untuk bisa berpikir positif, selalu mementingkan kreatifitas dari pada hawa nafsu, dan yang lebih penting harus bisa menjadi pemimpin untuk diri sendiri. Kuncinya perbanyak ibadah dan beristighfar kepada Allah SWT.

Semoga tulisan ini bisa menjadi tolak ukur bagi setiap pembacanya untuk dapat berbuat lebih baik lagi untuk kedepannya.

0 komentar:

Post a Comment